Senin, 08 November 2021

Bangkitnya Bisnis Kuliner di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi virus corona (Covid-19) yang merebak dan meluas hampir ke seluruh penjuru dunia, memaksa semua orang untuk menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah saja, mengisolasi diri agar terhindar dari infeksi virus tersebut. 
Hal tersebut otomatis menghambat aktivitas penduduk, terutama aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian besar perusahaan di dunia mengalami kerugian akibat terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini, sehingga dengan terpaksa usaha mereka harus ditutup sementara. 

Kegiatan Work From Office (WFO) pun sebagian besar terhenti, dan diganti dengan kebijakan Work From Home (WFH). Kebijakan WFH ini tidak saja ditujukan untuk pekerja kantoran, namun juga untuk seluruh elemen masyarakat yang bergelut di bidang pendidikan, termasuk para siswa dan mahasiswa. Sejak kebijakan WFH berlangsung, kebutuhan masyarakat akan internetpun menjadi semakin meningkat, dimana mencatatkan peningkatan hingga 40%. 

Selain kegiatan kantoran dan pendidikan yang dilakukan secara online, kegiatan di bidang perdagangan yang jauh sebelum pandemi mulai merebak sudah akrab dengan kegiatan secara online, semenjak itupun meningkat tajam. Usaha yng berkembang di masa pandemi Covid-19 secara online, diantaranya adalah penjualan masker kain maupun medis, hand sanitizer, faceshield, dan kebutuhan yang masih berhubungan dengan pandemi Covid-19. 

Usaha lainnya yang turut mengalami perkembangan adalah bisnis kuliner. Bisnis kuliner yang paham akan kebutuhan pokok manusia yang harus terpenuhi setiap harinya, menjadi pilihan yang menjanjikan pada kondisi saat ini, utamanya makanan tahan lama atau makanan beku (frozen food) yang terkenal akan kepraktisannya saat diolah untuk dikonsumsi. Tidak sedikit orang yang familiar dengan bisnis makanan beku (frozen food) ini, mulai dari daging mentah hingga makanan olahan siap saji yang dibekukan. 

Penyajianpun cukup mudah, ada yang langsung bisa digoreng, atau hanya langsung dipanaskan saja di atas wajan, atau di dalam microwave selama beberapa menit. Selain makanan beku, penjualan makanan siap sajipun dapat menjadi ide bisnis yang sangat menguntungkan di masa seperti ini, karena banyak orang yang memilih untuk menyimpan stok makanan agar intensitas keluar rumah menjadi semakin berkurang. 

Selain kebijakan WFH, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat permintaan atas jasa-jasa pengiriman online, utamanya dalam pengantaran (delivery) makanan, semakin meningkat. Kegiatan ini dirasakan praktis dan lebih mudah untuk mendapatkan menu makanan yang diinginkan, dan juga dapat mengurangi atau bahkan menghindari kontak langsung dengan orang lain, sehingga dapat menghindari resiko infeksi atau penularan virus. Dalam kondisi tersebut, peluang usaha bisnis kuliner sangat cocok dijalankan di masa sulit seperti ini, karena dapat menghindari kontak langsung dengan orang lain, menghindari resiko penularan virus, dan dapat lebih mudah menemukan menu makanan kesukaan yang diinginkan. 

Pandemi Covid-19 memang telah memporal-porandakan perekonomian dunia, namun ternyata selalu ada hal positif di balik bencana yang terjadi. Bisnis kuliner online dapat menjadi solusi usaha di masa pandemi Covid-19 untuk mendapatkan penghasilan karena hilangnya sumber penghasilan akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sementara atau bahkan permanen, sebab bisnis kuliner sebagai kebutuhan dasar manusia dengan memounyai sektor pasar yang menjanjikan. 

Hal ini dapat merangsang kreativitas dan inovasi dalam berbisnis, yang jika dijalankan dengan baik dan konsisten, akan berdampak pada perbaikan ekonomi. Masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama dan optimis dalam menghadapi keadaan ini dengan terus berusaha melakukan usaha atas peluang-peluang yang ada untuk menginkatkan daya beli masyarakat, yang anntinya akan membantu memulihkan kondisi perekonomian. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar